Informasi Olahraga Tolak Peluru Dilengkapi Sejarah, Gaya, Teknik, dan Peraturan

Tolak peluru merupakan olahraga nomor lempar, dan bagian dari olahraga atletik.  Olahraga ini sangat berbeda dengan cabang olahraga atletik lempar lainnya. Karena meski terlihat seperti melemparkan sesuatu sejauh mungkin, tolak peluru tidak benar-benar melempar. Dalam bahasa Inggris, olahraga tolak peluru disebut Shot Put. 


Jika tidak melempar, apa yang dilakukan atlet tolak peluru ? Jadi, tolak peluru berfokus pada tolakan dengan menggunakan tenaga semaksimal mungkin untuk mendapatkan jarak tolakan yang jauh. Dengan mengandalkan gerakan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan bobot tertentu. Selain itu, gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan kekuatan dari salah satu tangan saja.

Penilaian pada tolak peluru berdasarkan jarak antara "pelempar" (red:meski bukan melempar tapi menolak)  bola logam atau peluru. Semakin jauh peluru ditolakkan, maka poin yang diperoleh semakin besar.

Artikel informasi olahraga lain kali ini akan membahas secara lengkap terkait apa itu olahraga tolak peluru hingga tekniknya.


Daftar Isi Artikel  Olahraga Tolak Peluru

  1. Sejarah Cabang Olahraga Tolak Peluru
  2.  Peralatan Olahraga Tolak Peluru
    1. Bola logam
    2. Bentuk lapangan
  3. Teknik Dasar Olahraga Tolak Peluru
  4. Cara Melakukan Olahraga Tolak Peluru
  5. Peraturan Tolak Peluru
  6. Gaya Tolak Peluru
    1. Gaya Ortodoks
    2. Gaya O’Brien / Glide
    3. Tolak Peluru Gaya Spin


Sejarah Olahraga Tolak Peluru

Apa yang kita sebut tolak peluru atau shot put, pertama kali dimainkan pada masa masyarakat Yunani Kuno. Pada saat itu, masyarakat Yunani Kuno memanfaatkan batu sebagai salah satu alat untuk berolahraga, yakni dengan cara melemparkannya. Dalam perkembangannya atau lebih tepatnya pada abad pertengahan, sekelompok tentara perang memiliki kebiasaan untuk melemparkan bola meriam. Kebiasaan itu yang pada akhirnya disebut sebagai cikal bakal kelahiran olahraga tolak peluru sampai populer sekarang ini.

Tolak peluru mulai dimainkan dengan bentuk yang modern pada sekitar abad ke-19. Pada saat itu, Highlands Games Skotlandia menyelenggarakan lomba lempar batu atau logam berat. Para peserta akan saling melemparkan bola untuk mendapatkan jarak terjauh. Selanjutnya, pemenang akan ditentukan berdasarkan seberapa jauh jarak lemparan dengan posisi asli pelempar atau di belakang garis.

Tolak peluru ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga pada perhelatan olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade modern. Dalam kompetisi tersebut, cabang olahraga shot put sudah menggunakan bola dengan berat atau massa yang sudah ditentukan dan termasuk cabang atletik.

Bola logam yang akan ditolak pemain saat itu menggunakan material besi atau kuningan. Cabang olahraga tolak peluru mulai dipertandingkan untuk putra pada tahun 1896. Sementara itu, shot put untuk putri baru dipertandingkan pada tahun 1948.


Peralatan Olahraga Tolak Peluru

Tolak peluru bernaung di bawah federasi asosiasi atletik internasional, atau International Association of Athletics Federations, bisa disingkat IAAF. IAAF telah menentukan standarisasi ukuran bola logam dan lapangan yang boleh digunakan untuk pertandingan tolak peluru.
Beberapa peralatan maupun aturan olahraga tolak peluru yang perlu diketahui, antara lain:
1. Bola logam
Berat bola logam yang digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru yakni :

  • 7,26 kg untuk putra
  • 4 kg untuk putri.

Bahan atau material yang harus digunakan pada bola logam biasanya terdiri dari unsur besi padat atau kuningan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga beberapa jenis logam lain yang tidak lebih lembut dari kuningan bisa digunakan.

2. Bentuk lapangan

bentuk lapangan tolak peluru

Ukuran lapangan yang digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru harus berbentuk lingkaran, dengan diameter 2,135 meter pada lapangan beton dan sektor pendaratan yang ditandai busur pada lapangan rumput dengan sudut 34,92 derajat. 

Atlet harus melempar peluru dalam area lingkaran berdiameter sekitar 2,134 meter, dilengkapi papan tumpuan setinggi 10 sentimeter di garis batasnya.

Selain itu, lingkaran yang terdapat dalam lapangan tolak peluru memiliki papan penghenti setinggi 10 cm pada bagian depan sebelum memasuki sektor pendaratan.

Teknik Dasar Olahraga Tolak Peluru

Olahraga tolak peluru memiliki beberapa teknik dasar, supaya atlet bisa melakukan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan hanya mengandalkan kekuatan satu tangan. Sebagaimana disebutkan sebelumya, tolak peluru bertujuan untuk menghasilkan tolakan atau dorongan bola logam dengan jarak sejauh mungkin dari posisi awal atau garis start.

Berikut ini adalah beberapa teknik dasar yang harus dipahami, antara lain yakni:

  1. Bola logam dapat ditempatkan pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Lebarkan jari-jari tangan sedikit, selanjutnya gunakan ibu jari untuk menahan bola logam agar tidak terjatuh.
  2. Berikutnya, posisikan bola logam antara kepala dan bahu, tepat pada bagian bawah rahang.
  3. Sembari menahan bola logam, pelempar dapat memastikan untuk menjaga kondisi siku lengan tetap tinggi dan tampak lurus dengan bahu.
  4. Posisikan tubuh menyamping dengan posisi bahu tangan yang bebas dari bola logam mengarah ke area pendaratan.
  5. Buka kedua kaki membentuk kuda-kuda lurus dan tekuk kaki yang berada jauh dari area pendaratan, hal itu akan secara otomatis membuat tubuh condong ke belakang.
  6. Putar pinggul sehingga berhadapan dengan arah yang berlawan dari area pendaratan.
  7. Pada saat bersiap melakukan tolakan, pelempar dapat mendorong dengan kaki belakang dan putar pinggul sehingga tubuh menghadap ke area pendaratan.
  8. Buka agak lebar lengan yang memegang bola logam menghadap ke depan dengan sudut 45 derajat sembari berusaha melakukan dorongan bola logam dengan sekuat tenaga.
  9. Pada saat melakukan tolakan atau lemparan, tambahkan juga dengan dorongan pergelangan tangan mirip seperti gerakan menembak bola basket.


Teknik dasar tersbeut merupakan gerakan awal yang harus dipahami oleh pemula. Setelah menguasai prinsip tersebut, para pelempar dapat mencoba gaya lempar seperti profesional, yakni gaya O’brien atau gaya spin, yang akan dibahas juga di artikel ini.  

Cara Melakukan  Gerakan Tolak Peluru

Tolak peluru memang bukan olahraga yang populer seperti olahraga tim spekabola, atau bola basket. Meski demikian, gengsinya tidak bisa diremehkan karena dipertandingkan di even sebesar olimpiade. Bagi kamu yang hendak berkenalan dengan olahraga tolak peluru. 

Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan tolakan peluru:

  1. Posisi tubuh berdiri tegak menyamping ke arah tolakan
  2. Kedua kaki dibuka dengan kaki kiri lurus ke depan dan kaki kanan ditekuk agak ke depan hingga serong ke samping kanan
  3. Posisikan berat badan di bagian kaki kanan dan bentuk badan supaya lebih condong ke samping kanan
  4. Tangan kanan memegang dan menyangga peluru pada bahu atau pundak
  5. Siku pada tangan kiri dengan ditekuk taruh di depan hingga membentuk posisi sedikit serong ke atas dan melemas
  6. Tangan kiri sendiri memiliki fungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan
  7. Pandangan pelempar dapat diarahkan ke area tolakan sebelum melakukan lemparan
  8. Dorong tangan kiri ke depan kekuatan penuh sehingga memunculkan tolakan pada peluru yang dipegang
  9. Pada saat melakukan tolakkan peluru, kaki kanan yang berposisi di belakang dapat diangkat untuk memperbesar kekuatan tolakan

cara melakukan tolak peluru
 

Aturan Olahraga Tolak Peluru

Lazimnya olahraga terukur, maka  ada ukuran dan aturan yang dibuat supaya pertandingan menjadi baku. Begitu juga tolak peluru, penentuan pemenang ditentukan berdasarkan jarak tolakan yang mampu dicapai, dan juga beberapa syarat lainnya.. Seorang atlet yang berhasil mendapatkan jarak tolakan peluru terjauh dan memenuhi syarat, berhak menjadi pemenang pertandingan atau perlombaan.

Dalam sebuah kompetisi resmi tolak peluru, atlet umumnya akan mendapatkan kesempatan melakukan tolakan sebanyak empat hingga enam kali. Apabila terdapat hasil imbang atau seri, maka para atlet akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk menentukan pemenangnya.

Sebagaiman disebutkan, tujuan untuk mendapatkan kemenangan, diatur dengan beberapa aturan permainan  Ada beberapa peraturan lain yang perlu diperhatikan pada saat mengikuti kompetisi tolak peluru, antara lain:

  1. Seorang atlet atau pelempar harus bersiap setelah namanya diumumkan. Para atlet hanya diberikan waktu 60 detik untuk memulai gerakan.
  2. Agar memenuhi tujuan keamanan, atlet harus memakai taping pada jari tangan tetapi tidak diperbolehkan mengenakan sarung tangan.
  3. Bola logam dapat diletakan di dekat leher sepanjang gerakan. Apabila bola logam terlepas dan tidak menempel dekat leher selama melakukan gerakan, maka hasil tolakan dapat dianggap tidak sah.
  4. Gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan satu tangan dan tembakan harus berada di atas ketinggian bahu.
  5. Seorang atlet bisa memakai seluruh lingkaran, tetapi bagian kaki tidak diperbolehkan melakukan gerakan keluar lingkaran atau menapak pada papan penghenti di daerah depan lingkaran.
  6. Tolakan dianggap sah apabila bola logam mendarat pada sektor pendaratan dengan sudut 34,92 derajat. Wasit atau juri akan melakukan penghitungan titik pendaratan pertama bola logam.
  7. Seorang atlet tidak bolehkan meninggalkan lingkaran sebelum bola logam atau lemparan mendarat di sektor pendaratan, serta hanya boleh meninggalkan lingkaran dari belakang.

Gaya Tolak Peluru

Untuk melakukan gerakan tolak peluru, ada beberapa gaya. Jika di atas disebutkan gerakan dalam tolak peluru, maka itu adalah gaya yang sangat cocok bagi para pemula, yaitu gaya ortodoks. Gaya ortodoks biasanya digunakan pada pelatihan atau tujuan pendidikan seperti di sekolah.

Namun, dalam kompetisi ada 2 gaya yang banyak digunakan oleh para peserta, yakni gaya O’brien dan gaya spin.

Berikut adalah tiga gaya dalam olahraga tolak peluru :

1. Tolak Peluru Gaya Ortodoks

Gaya melempar dalam cabang olahraga shot put yang biasa digunakan untuk seorang pemula adalah gaya ortodoks. Hal ini dikarenakan gaya ortodoks tidak terlalu membutuhkan banyak gerakan. Sebagai gaya yang paling sederhana dan paling mudah, gaya ortodoks sangat cocok untuk seseorang yang ingin belajar atau berkenalan dengan olahraga tolak peluru.

Oleh sebab itu, tak heran apabila para atlet profesional jarang menggunakan gaya ortodoks. Pelempar dapat melakukan tolakan peluru dengan cara memosisikan tubuh menyamping dari area pendaratan. Selanjutnya, pelempar dapat meletakkan bola logam antara kepala dan bahu untuk kemudian dilakukan tolakan.

2. Tolak Peluru Gaya O’Brien / Glide

Apabila gaya ortodoks biasa digunakan pemula, maka gaya O’brien merupakan gaya melempar shot put yang paling sering digunakan atlet profesional. Gaya O’brien sendiri digunakan pertama kali oleh seorang atlet yang berasal dari negara Amerika Serikat bernama Parry O’brien.

Parry o'brien pencipta gaya o'brien tolak peluru



Selain disebut gaya O'Brien, gerakan ini  juga disebut dengan dengan gaya glide atau meluncur

Dalam cabang olahraga shot put, gaya O’Brien dilakukan dengan cara membelakangi arah tolakan
Pada saat menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus memiliki posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih dahulu sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam. Hal ini menjadikan pada saat persiapan, pelempar akan menghadap ke belakang sebelum kemudian berbalik ke depan.

Setelah sudah terbiasa dengan gaya ortodoks, gaya O’brien sangat cocok untuk menunjang keterampilan melakukan tolakan peluru. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan tolakan peluru dengan gaya o’brien:

  1. Posisi tubuh berdiri membelakangi arah tolakan dengan badan membungkuk dan bertumpu pada kaki kanan sekaligus lutut ditekuk. Sementara itu, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan.
  2. Peluru atau bola diletakkan di bagian antara leher, dekat dengan dagu.
  3. Peluru dipegang pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Kemudian, posisikan ibu jari di bawah peluru.
  4. Selanjutnya, siku mengarah keluar sehingga membentuk sudut 45 derajat.
  5. Kaki kanan diangkat pendek ke depan dengan kaki kiri diayun ke belakang untuk tetap menjaga keseimbangan.


3. Tolak Peluru Gaya Spin

Selain gaya ortodoks dan gaya O’Brien, gaya yang juga sering digunakan dalam cabang olahraga tolak peluru adalah gaya spin atau gaya berputar. Gaya ini kali pertama diperkenalkan oleh Aleksandr Baryshnikov, seorang atlet tolak peluru yang berasal dari Uni Soviet (Rusia sekarang).


Meskipun kalah populer dengan dibandingkan gaya O’brien, tetapi teknik ini juga sering digunakan atlet profesional pada saat berlomba resmi. Namun, melakukan gerakan tolak peluru gaya spin membutuhkan keterampilan tinggi.



Hal ini dikarenakan seorang atlet harus melakukan putaran hingga 360 derajat dalam kecepatan tinggi terlebih dahulu sebelum melempar bola logam ke depan. Maka dari itu, gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan momentum sehingga dapat membuahkan jarak tolakan terjauh.



Tolak peluru pada dasarnya merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang sangat mengandalkan kekuatan otot lengan untuk bisa meraih hasil maksimal. Olahraga tolak peluru tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Hal ini dikarenakan ada peralatan dan lokasi yang harus dipersiapkan secara memadai dan profesional. Selain itu, perlu pelatih atau instruktur untuk menggunakan bola tolak peluru agar tidak menjadikan bahaya untuk diri sendiri atau orang-orang sekitar.


CEK INFORMASI OLAHRAGA LAIN


© Copyright 2024 RING BASKET | BOLA BASKET - All Rights Reserved