Lompat Jangkit : Sejarah, Pengertian, Teknik, Dan Peraturan

 Lompat jangkit atau triple jump adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat yang sering di perlombakan pada ajang ajang internasional seperti olimpiade. Olahraga ini disebut juga triple jump karena memiliki 3 fase atau gerakan, yakni hop (jingkat), step (langkah), dan jump (lompat). Lompat jangkit merupakan olahraga yang memerlukan kecepatan, kekuatan, dan teknik yang baik. Dalam artikel kali ini, akan membahas tentang lompat jangkit. Berikut pembahasannya.

Sejarah Lompat Jangkit

Lompat jangkit merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Diketahui, lompat jangkit pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade tahun 1896 di Athena, Yunani. Pada saat itu, nomor lompat jangkit masih menggunakan teknik lompatan satu kaki (single leg jump). Teknik ini kemudian diganti dengan teknik lompatan dua kaki (double leg jump) pada tahun 1900 di Paris, Prancis.

Pada tahun 1904, nomor lompat jangkit resmi menjadi bagian dari cabang olahraga atletik pada Olimpiade di St. Louis, Amerika Serikat. Sejak saat itu, lompat jangkit terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga atletik yang populer di seluruh dunia. Saat ini, lompat jangkit menjadi salah satu nomor lompat yang dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga internasional seperti Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Pesta Olahraga Asia.

Atlet pertama yang berhasil memecahkan rekor dunia dalam lompat jangkit adalah Leonid Shcherbakov dari Uni Soviet. Pada tahun 1976, Shcherbakov berhasil mencatatkan jarak lompatan sebesar 17,89 meter, yang merupakan rekor dunia baru pada saat itu. Rekor tersebut bertahan selama 7 tahun sebelum akhirnya dipecahkan oleh Willie Banks dari Amerika Serikat pada tahun 1985 dengan jarak lompatan sebesar 17,97 meter. 10 tahun selanjutnya, pada tahun 1995 rekor tersebut kembali dipecahkan oleh Jonathan Edwards dengan jarak lompatan sebesar 18.29 m.

Pengertian Lompat Jangkit

lompat jangkit

Lompat jangkit adalah nomor lompat dalam cabang atletik yang melibatkan gerakan melompat, mengangkat kaki ke atas dan ke depan dalam tiga tahap berurutan: jingkat (hop), langkah (step), dan lompat (jump). Awalan lari ditujukan untuk memudahkan gerakan lompat dengan teknik lompat kijang. Saat mendarat, atlet harus landai dengan satu kaki seperti saat bertumpu, kemudian menggunakan kaki lainnya untuk tumpuan lompat. Kesinambungan dalam gerakan ini sangat penting, membuat penguasaan atas setiap tahap gerakan menjadi kunci dalam lompat jangkit.

Baca Juga :

Teknik Dasar Lompat Jangkit

Teknik dasar lompat jangkit melibatkan beberapa tahapan diantaranya.

  • Fase awalan atau ancang-ancang dalam teknik ini kamu berlari sejauh 15-20 meter untuk mencapai kecepatan yang diperlukan.
  • Selanjutnya, ada fase jingkat, dimana atlet melompat dengan satu kaki dan mendarat dengan kaki yang sama.
  • Setelah itu, terdapat fase langkah, di mana atlet melangkah dengan kaki yang sama dengan kaki yang digunakan pada fase jingkat.
  • Kemudian, ada fase lompat, di mana atlet melompat dengan kaki yang berbeda dari kaki yang digunakan pada fase jingkat dan langkah.
  • Selama berada di udara, penting untuk menjaga sikap dan gerakan tubuh agar tetap seimbang dan memaksimalkan jarak lompatan.

Peraturan Lompat Jangkit

lompat-jangkit

Sama halnya dengan olahraga lainnya, olahraga lompat jangkit juga memiliki peraturan yang harus ditaati yaitu.

  1. Jarak antara garis batas tumpuan dengan ujung terjauh tempat pendaratan harus tidak kurang dari 21 meter.
  2. Untuk lomba internasional, disarankan bahwa jarak garis batas tumpuan ke ujung terdekat tempat pendaratan paling sedikit 13 meter untuk putra dan 11 meter untuk putri. Untuk perlombaan lainnya jarak ini daat disesuaikan dengan tingkatan perlombaan.
  3. Antara balok tumpuan dengan tempat pendaratan harus ada suatu tempat untuk langkah dan lompat, menjadi tempat bertumpu (take off), dengan lebar minimum 1,22 meter yang kokoh dan rata.

Lompat jangkit adalah salah satu cabang olahraga yang menarik dan menantang untuk diikuti dan dinikmati oleh penonton di seluruh dunia.

© Copyright 2024 RING BASKET | BOLA BASKET - All Rights Reserved